Senin, 01 Agustus 2011

laporan biologi dasar SEL TUMBUHAN dan HEWAN

1.  PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
            Sel adalah bagian terkecil dari makluk hidup. Berdasarkan jumlah sel  penyusun tubuh terdapat makluk hidup bersel satu dan bersel banyak. Teori sel dirintis oleh Robert Hock yang melihat sayatan-sayatan gabus dibawah mikroskop dengan berkembangnya ilmu, maka berkembang pula cyto logi (Sumarjito, 2007).
            Sel merupakan organisme terkecil dari material yang mengandung kehidupan. Banyak teori sel mengatakan bahwa sel merupakan kesatuan struktur, kesatuan fungsional, kesatuan pertumbuhan, kesatuan teriditas, dan kesatuan reproduksi makluk hidup (Nurhayati, 2004 ).
            Nama sel diambil dari bahasa Yunani “Kytos” yang berarti ruang kosong. Sedangkan “cell” dalam bahasa latin yang berarti ruang kosong. Robert Hock pada waktu itu hanya menemukan dinding selnya saja. Banyak Ahli lainya pada waktu itu juga ada yang tertarik untuk melakukan penelitian terutama tentang isi sel dan fungsi sel (Ibayati, 2004).

1.2  Maksud dan Tujuan
            Maksud dilaksanakan praktikum biologi dasar tentang sel hewan, sel tumbuhan dan benda-benda kecil lainnya adalah agar dapat menerapkan cara penggunaan mikroskop yang baik dan benar juga tepat pada sasaran.                                                                     
            Tujuannya adalah memperkenalkan kepada praktikam bagaima ciri-ciri dari sel hewan, sel tumbuhan kemudian dapat membedakan sel hewan dan sel tumbuhan.

1.3  Waktu dan Tempat
            Praktikum biologi dasar tentang sel tumbuhan, sel hewan dan benda-benda kecil lainnya dilksanakan pada hari JUMAT , 01 OKTOBER 2010 pada pukul 15.00-16.45 WIB bertempat di gedung C lantai satu Laboratorium IIP (Ilmu-Ilmu Perairan) Fakultas perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya , Malang.
 
2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Sel
Sel merupakan sebuah unit organisasi terkecil yang menjadi dasar terkecil kehidupan dalam arti tiologis,semua fungsi kehidupan dan berlangsung didalam sel,karena itulah sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kehidupan hidupnya terpenuhi.(http://id.shvoong.com/exact.sclences.1673308-Mikroskop dan sel).
Semua organisme sel atas terbagi kedalam dua golongan terbesar berdasarkan arsitertur besar dari selnya yaitu organisme.Prakariota dan organisme eukariota organisme prokariota tidak memiliki inti sel dan mempunyai organisme.Internal relatis=lebih sederhana sedangkan organisme eokarota memiliki organisme intra sel dan yang jauh lebih kompleks.antara lain dengan membrane internal.organil yang memiliki membrane tersendiri seperti inti sel dan sitos kolekton yang sangat tekstruktur.(http://id.wikipedia.org/wiki/sel - biologi).

2.2 Bentuk-bentuk Sel dan Contoh
a)    Sel opitel antara lain kolomnan,kubus dan pipih
b)    Sel neutrasi adalah salah satu dari jenis sel darah putih
c)    Sel otak bentuknya memanjang
d)    Sel saras
e)    Sel sperma
f)     Bentuk pokonkas terdapat pada sel darh merah manusia
g)    Bentuk bulat terdapat pada sel bakteri (Ibayati,2004)

2.3 Perbedaan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan
Sel Tumbuhan
Sel Hewan
Mepunyai dinding sel dan membrane sel
Tidak mempunyai dinding sel hanya membaran sel
Memiliki plastid
Tidak memiliki plastida
Tidak memiliki lisosom
Mempunyai lisosom
Tidak memiliki sentrosom
Memiliki sentrosom
Timbunan zat makanan berupa
Timbunan zat berupa glikogen



     Bagian-bagian sel tumbuhan dan fungsinya
No
Bagian Sel Tumbuhan
Kegunaan/fungsi
1.
Dinding sel
Melindungi dan menyuatkan sel
2.
Membran sel
Mengatur pengangkut zat lintas membran
3.
Sitoplasma
Cairan yang terdapat dalam sel
4.
Metakondria
Tempat berlangsungnya respirasi sel
5.
Kloroplas
Untuk membantu tumbuhan dalam proses fotositesis
6.
Nukleus
Mengatur seluruh aktifitas sel

7.
Lisosom
Bertanggung jawab pada pembentukan dan penyimpanan enzim pencernaan
8.
Badan golgi
Untuk selerasi dan eksresi
No
Bagian Sel Tumbuhan
Kegunaan/fungsi
9.
RE
Suatu struktur berupa sistem membrane membentuk jalina rangga-rangga yang berperan dalam sintesis protein,sintesis steroid dan penyangkut zat.
    





Bagian-bagian sel hewan dan fungsinya
No
Bagian Sel Hewan
Kegunaan/fungsi
1.
Membran sel
Mengatur pengangkutan zat lintas membran
2.
Sitoplasma
Cairan yang terdapat didalam sel
3.
Lisosom
Bertanggung jawab pada pembentukan dan penyimpanan enzim pencernaan
4.
Sentriol
Berperan dalam pembelahan sel
No
Bagian Sel Hewan
Kegunaan/fungsi
5.
Nukleus
Mengatur seluruh aktifitas sel
6.
RE
Suatu struktur berupa sistem membran membentuk jalinan rangga-rangga yang berperan dalam sintesis protein,sintesis steroid,pengangkut zat
7.
Metakondria
Tempat berlangsungnya respirasi sel
                                                                                             ( Sumber: Sumarjito, 2007)

3. METODOLOGI
3.1   Alat dan Bahan
            Alat-alat yang digunakan pada saat praktikum biologi dasar tentang sel hewan-sel tumbuhan dan benda-benda kecil lainya adalah dapat dilihat pada table berikut:
No
Nama Alat
Kegunaan atau fungsi
1.
Mikroskop Binokuler
Mengamati objek yang akan digunakan pada saat praktikum.
2.
Objek glass
Sebagai tempat objek yang akan diamati
3.
Kamera (Digital/HP)
Untuk mengambil gambar.
4.
Silet
Untuk mengiris bahan yang akan diamati.
5.
Cover glass
Untuk menutup objek glass.
6.
Pinset
Untuk mengambil larutan dalam skala kecil.
7.
Jarum pentul
Membantu mengambil bahan yang akan diamati
8.
Beaker glass
Sebagai tempat larutan
9.
Nampan
Sebagai wadah untuk alat dan bahan.

3.2  Bahan dan Fungsinya
            Bahan-bahan yang digunakan pada saat praktikum adalah dapat dilihat pada table berikut ini:
No
Nama Bahan
Kegunaan atau Fungsi
1.
Kentang
Digunakan sebagai objek yang diamati.
2.
Kulit umbi bawang merah
Digunakan sebagai objek yang diamati.
No
Nama Bahan
Kegunaan atau Fungsi
3.
Paramecium
Digunakan sebagai objek yang diamati.
4.
Daun hidrylla
Digunakan sebagai objek yang diamati.
5.
Irisan gabus
Digunakan sebagai objek yang diamati.
6.
Larutan Y-KY
Untuk memperjelas objek yang akan diamati
7.
Aquades
Untuk memperjelas objek yang akan diamati
8.
Cairan lugol
Untuk memperjelas objek yang akan diamati
9.
Larutan biru methilene
Untuk memperjelas objek yang akan diamati

3.3  Skema Kerja
            Skema kerja yang digunakan pada saat praktikum biologi dasar adalah dapat dilihat di bawah ini:
a.   Kentang





















b.   Irisan Gabus





                                         




















c.   Kulit Umbi Bawang Merah






























d.   Daun Hidrylla














                                                                                                    








                                                                                                         


Rounded Rectangle: Hasil









Rounded Rectangle: Paramaeciume. Paramaecium
                                                       


Rounded Rectangle: Disiapkan


                                                       
Rounded Rectangle: Diletakan diatas objek glass                                                       
                                                           
Rounded Rectangle: Ditetesi dengan cairan lugol                                                                                                       
                                                                                              
                                            


Rounded Rectangle: Ditutupi  dengan cover  glass


                                                                                               
                                                                                               


Rounded Rectangle: Diletakan pada
 meja preparat


                                                                                                







Rounded Rectangle: Hasil                                                                                                


 
4. PEMBAHASAN
4.1  Data Hasil Pengamatan
Adapun data hasil pengamatan yang diperoleh dari kegiatan praktukum biologi dasar tentang sel tumbuhan,sel hewan dan benda-benda kecil lainnya adalah sebagai berikut:
1.    Kentang







2.    Kulit umbi bawang merah
           








3.    Paramaecium







4.    Daun Hydrila









5.  Irisan gabus
           







6.    Ephitelium










4.2  Analisi prosedur           
1. Kentang
Pertama-pertama kentang disiapkan untuk dicermati kemudian mengambil sebagian dari kentang dengan menggunakan pinset setelah itu kentang dihancurkan dengan menggunakan jarum pentul dan diletakan diatas objek glass kemudian ditetesi dengan menggunakan larutan y-ky setelah itu ditutupi dengan cover glass tersebut diletakan diatas meja preparat pada mikroskop kemudian diamati.
a.  Kulit umbi bawang merah
Pertama–pertama bawang merah disiapkan kemudian kulit umbi bawang merah di sanyat sampai setipis munkin dengan menggunakan pinset untuk diamati kemudian kulit umbi bawang merah yang tipis diletakan diatas objek glass dan kulit umbi bawang merah tersebut ditetesi larutan destilasi kemudian ditutup dengan menggunakan cover glass setelah itu objek glass tersebut diletakan diatas meja preparat mikroskop untuk dilakukan pengamatan terhadap bahan tersebut.
b.  Paramaecium
Prosedur dan pengamatan terhadap paramaecium adalah menganbil kultur air jerami dengan menggunakan pipit tetes selanjutnya ditetesi pada objek glass kemudian ditutupi dengan cover glass setelah itu objek glass diletakan diatas meja preparat mikroskop untuk melakukan pengamatan.

c.  Daun Hydrilla
Prosedur pengamatannya adalah pertama-tama disiapkan daun hydrilla terlebih dahulu kemudian ambil sehelai daun hydrilla dan letakan terbaring diatas objek glass setelah itu ditetesi dengan larutan destilasi kemudian objek glass tersebut ditutupi dengan cover glass setelah itu diletakan diatas meja preparat mikroskop untuk dilakukan pengamatan
d.  Irisan gabus
Prosedur dari pengamatan bahan tersebut adalah gabus disanyat dengan menggunakan silet sampai gabus tersebut setipis mungkin kemudian diletakan diatas objek glass dan kemudian ditetesi dengan menggunakan larutan destilasi setelah itu objek glass ditutupi dengan cover glass setelah itu cover glass diletakan diatas meja preparat mikroskop untuk dilakukan pengamatan.
e.  Ephitelinium squamosum pipi
Pertama-tama disiapkan terlebih dahulu korek api kemudian ambil dengan batang korek api pada bagian dalam manusia setelah itu oleskan pada objek glass setelah itu ditetesi dengan menggunakan larutan biru methilene dan kemudian ditutupi dengan menggunakan cover glass dan kemudian cover glass diletakan diatas meja preparat pada mikroskop untuk dilakukan pengamatan.

4.3  Analisis Hasil
            Adapun analisis hasil yang penulis dapt pada saat praktikum biologi dasar tentang sel hewan dan sel tumbuhan serta benda-benda kecil lainnya adalah sebagai berikut:
            Dari hasil yang didapt bahwa sel itu adalh organisme terkecil yang mengandung kehidupan dan bentuk dari sel juga dapat berbeda beda yaitu bentuk pipih,memanjang,sangat panjang dan bikonkaf dimana pada praktek ini penulis mengamati berbagai objek yaitu terdiri dari:
1.  Kentang
Kentang diambil dengan menggunakan jarum pentul dan terbarkan diatas objek glass kemudian ditetesi dengan larutan y-ky kemudian ditutupi dengan cover glass kemudian diamati dengan pembesaran 400x.
2.  Kulit umbi bawang merah
            Bawang merah dipotong horizontal dengan menggunakan silet kemudian ambil senyatan yang paling tipis dengan menggunakan pinset dan letakan diatas objek glass kemudian ditetesi dengan air destilasi dan ditutupi dengan cover glass dan diamati dengan pembesaran 100x sampai 400x.
3.  Paramaecium
            Paramaecium merupakan salah satu bahan yang digunakan untuk melakukan pengamatan terhadap paramaecium itu adalah sel berbentuk seperti bulatan lonjong yang terdapat bintik-bintik hitam didalamnya.dan dibagi luarnya seperti garis-garis yang menunjukan dibagian luarnya dilihatnya bentuk sel dan paramaecium itu dengan diteteskan cairan lugol
4.   Daun hydrilla
            Daun hidrilla merupakan salah satu bahan yang digunakan dalam praktikum biologi juga hasil dan pengamatan terhadap daun hidrilla yaitu selnya berbentuk seperti sel pada kulit umbi bawang merah yang dimana seperti susunan dari batu batako dan terdapat bintik-bintikhitam didalamnya.
5.  Irisan gabus
            Irisan gabus merupakan salah satu bahan yang digunakan dalam dalam kegiatan praktikum biologi dasar hasil pengamatan terhadap gabus yaitu bentuknya seperti segi lima yang saling menempel satu sama yang lain dan bergabung serta menyatu menjadi banyak untuk mendapatkan hasil yang baik, irisan gabus diteteskan dengan air destilasi untuk membantu memperjelas objek yang di amati.

6.  Epitelium squmosum pipi
            Epithelium squamosum pipi merupakan salah satu bahan yang digunakan dalam kegiatan praktikum biologi dasar dan hasil pengamatan dari epithelium adalah selnya berbentuk seperti bulatan tak beraturan dan memiliki titik dalam bulatan tersebut.

5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1  Kesimpulan
            Dari kegiatan praktikum yang penulis lakukan, maka penulis menyimpulkan:
1.    Sel adalah organisme terkecil yang mengandung kehidupan
2.    Dari hasil pengamatan beberapa objek yaitu dari hasil pengamatan yang dilakukan adalah berbeda-beda
3.    Perbedaan dari benda yang diamati adalah terdapat pada bentuk selnya berbeda.
4.    Larutan Y-KY, aquadest,dll digunakan untuk memperjelas objek yang diamati.
5.    Pada sel hewan, bentuk sel tidak tetap karena tidak memiliki dinding sel.
6.    Pada sel tumbuhan, bentuk sel tetap, karena mewmliki dinidng sel.

5.2 Saran
            Dari hasil praktikum yang dilakukan, penulis memberikan saran yaitu pada saat praktikum berlanhgsung maka praktikum harus memeperhatikan bagaimana mengamati suatu objek yang diamati agar emngetahui tujuan dari praktikum.

DAFTAR PUSTAKA
Wahyu, Lud, M. kes. Mikrobiologi umum, Edisi 3. Universitas Muhamadya Malang
                                  2004
Jurguelra. L. C. MD, J. Carneiro. Mo. Basic Hystology Los Altos California, 1980,                                 
Ludist Berk, Molecular cell Biology Universitas Brawijaya
Weis 2 Paul B. The scienge of Biology. Mc. Gaw. Hill.
New York, Teranto. London. Brawn Universty, 1959.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar